Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dalam kondisi aman dan tidak akan terpengaruh oleh rencana pemangkasan pemerintah. Pernyataan ini disampaikan Purbaya di tengah gejolak dinamika ekonomi global yang kerap memicu penyesuaian kebijakan fiskal.
“Anggaran program MBG masih aman,” ujar Purbaya dengan meyakinkan saat kunjungan kerjanya ke Yogyakarta pada Selasa, 17 Maret 2026. Penegasan ini memberikan kepastian di tengah spekulasi mengenai nasib program yang banyak menjadi perhatian publik tersebut.
Meski demikian, Presiden Prabowo sebelumnya memang telah melontarkan rencana penyesuaian anggaran secara keseluruhan. Namun, Purbaya memastikan pemerintah akan terus berkomitmen menjaga keberlanjutan program MBG, dengan penekanan pada evaluasi di sisi teknis pelaksanaannya. “Kami akan pastikan pelaksanaannya (program MBG) jauh lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya,” imbuhnya, menekankan fokus pada efektivitas dan kualitas.
Dalam kesempatan kunjungan ke salah satu pasar tradisional di Yogyakarta, Purbaya juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi dari ibu-ibu setempat terkait program MBG. Salah seorang ibu menyampaikan usulan agar program tersebut dihentikan lantaran dinilai tidak adil dan menimbulkan ketimpangan, bahkan mengusulkan agar bantuannya diuangkan saja. “Pak, tolong MBG dihentikan saja, itu nggak adil, bikin banyak ketimpangan. Kalau bisa, diuangkan saja, Pak,” keluhnya. Ibu lainnya turut mengeluhkan anaknya yang enggan menyantap menu yang disediakan dalam program tersebut.
Merespons berbagai masukan tersebut, Purbaya berjanji akan segera menyampaikan aspirasi yang diterimanya langsung kepada Presiden Prabowo. Ia kembali menegaskan prioritas pemerintah saat ini adalah bagaimana menjadikan program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. “Kita buat efektif saja ya, nanti saya sampaikan ke Pak Presiden,” pungkasnya.
Perdebatan mengenai efisiensi dan dampak fiskal program ini memang menjadi sorotan utama, terutama dalam konteks upaya pemerintah menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pertanyaan besar yang mengemuka adalah seberapa besar peran pemangkasan anggaran MBG, jika itu terjadi, dalam menekan potensi defisit APBN yang terus menjadi perhatian publik dan ekonomi nasional.












