Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penumpukan pemudik yang terjadi di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang. Pemerintah, tegasnya, terus melakukan evaluasi dan penanganan untuk memastikan arus mudik tetap berjalan lancar dan terkendali.
“Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu,” ujar Prasetyo di Kemhan RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/3). Ia menambahkan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera dicarikan solusi yang efektif.
Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan komitmen pemerintah untuk senantiasa melakukan monitoring intensif. Berbagai petugas di lapangan telah dikerahkan secara maksimal guna mengurai kepadatan di titik-titik krusial tersebut. Upaya kolaboratif dari berbagai pihak terus digencarkan demi kelancaran perjalanan para pemudik.
“Tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrean-antrean,” jelasnya. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi dinamika arus mudik Lebaran yang kerap memunculkan tantangan logistik dan mobilitas.
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo Hadi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat. Ia mengapresiasi masyarakat yang telah bijak dalam memanfaatkan masa libur mudik dengan baik, sehingga distribusi pergerakan pemudik tidak terpusat pada satu waktu tertentu. Ini membantu meringankan beban infrastruktur penyeberangan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan masa rentang liburan ini dengan apa namanya memilih pulang kampung sesuai dengan yang kita harapkan sehingga tidak terjadi penumpukan di satu hari tertentu,” imbuhnya. Peran serta aktif dari masyarakat sangat mendukung kelancaran secara keseluruhan.
Selain itu, Prasetyo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pengamanan dan kelancaran arus mudik. Apresiasi ini ditujukan mulai dari aparat kepolisian, Kementerian Perhubungan, hingga berbagai BUMN terkait. Kolaborasi lintas sektoral ini menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan mudik.
“Kemudian juga tentunya kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan antara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP, dan yang lain-lainnya yang telah bekerja keras,” tandas dia, menyoroti dedikasi para pekerja di lapangan seperti Pelindo dan ASDP yang vital dalam operasional penyeberangan.
Kondisi Pelabuhan Gilimanuk, Bali, memang dilaporkan mengalami kepadatan lalu lintas yang sangat parah selama tiga hari terakhir masa mudik Lebaran 2026. Pelabuhan ini menjadi salah satu titik krusial bagi pemudik yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa, dengan antrean panjang yang mengular.
Pada Senin (16/3), antrean kendaraan menuju pelabuhan bahkan mencapai sekitar 19 kilometer dari arah Denpasar dan sekitar 5 kilometer dari arah Singaraja. Pemandangan ini menggambarkan betapa tingginya intensitas pergerakan saat puncak arus mudik.
Saat puncak kepadatan, antrean kendaraan dilaporkan semakin memanjang, mencapai sekitar 30 kilometer di jalur menuju pelabuhan. Akibatnya, sejumlah pemudik harus menunggu hingga lebih dari sembilan jam untuk dapat menyeberang ke Pulau Jawa, menguji kesabaran dan ketahanan mereka.












