KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) seri Sukuk Ritel SR024 kembali menunjukkan daya tarik luar biasa di mata investor. Minat yang tinggi ini menjadikan SR024 jauh lebih laris dibandingkan beberapa obligasi ritel yang telah diterbitkan sebelumnya, menawarkan potensi kupon yang menarik, bahkan mencapai dua kali lipat bunga deposito. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengapa SR024 begitu diminati dan bagaimana cara berinvestasi pada instrumen keuangan syariah yang menguntungkan ini.
Hingga Jumat, 13 Maret 2026, antusiasme investor terhadap Sukuk Ritel SR024 sangat terlihat. Dari laporan transaksi di salah satu mitra distribusi, Bibit, SR024-T3 dengan tenor tiga tahun berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 3,35 triliun dari target Rp 10 triliun. Sementara itu, SR024-T5 dengan tenor lima tahun telah mencapai penjualan Rp 1,63 triliun dari target yang sama, Rp 10 triliun.
Menurut Suhindarto, Kepala Divisi Riset Ekonomi Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), performa penjualan SR024 dalam seminggu pertama ini sungguh mengesankan. Ia menyoroti bahwa total penjualan SR024 yang mencapai Rp 4,37 triliun (berdasarkan data yang ia kutip) jauh melampaui seri sebelumnya, SR023, yang hanya mencapai Rp 2,05 triliun pada pekan pertama penawarannya di Agustus tahun lalu. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan ORI029 yang diluncurkan awal tahun 2026, yang mencatatkan Rp 3,4 triliun pada pekan pertama. Perbandingan ini jelas menempatkan SR024 sebagai salah satu instrumen investasi yang paling diminati saat ini.
Suhindarto menekankan bahwa SR024 tetap sangat kompetitif di tengah kondisi pasar saat ini. Hal ini didasari oleh keputusan pemerintah untuk menetapkan imbal hasil tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo, yaitu 5,5% untuk SR024-T3 dan 5,9% untuk SR024-T5. Tingkat kupon ini terbilang sangat menarik, bahkan mencapai sekitar dua kali lipat dari bunga deposito bank umum yang saat ini berkisar 2%-3%. Keunggulan ini memberikan kepastian bagi investor untuk mendapatkan pendapatan stabil tanpa khawatir terhadap volatilitas suku bunga di pasar keuangan.
Perbandingan antara SR024 dengan deposito juga menunjukkan keunggulan signifikan. Selain imbal hasil yang lebih tinggi, kupon sukuk ritel hanya dikenakan pajak sebesar 10%, jauh lebih rendah dibandingkan pajak deposito sebesar 20% yang umumnya diterapkan pada bunga di bawah 4,5%. Dengan demikian, investor akan menerima imbal hasil bersih yang lebih optimal dari SR024. Lebih lanjut, tingkat kupon SR024 juga melampaui BI Rate yang saat ini berada di sekitar 4,75%, menciptakan spread positif yang menguntungkan bagi pemegang sukuk ini. Bagi investor ritel yang mencari pendapatan tetap yang stabil dengan risiko yang relatif rendah dan tidak berencana aktif memperdagangkan obligasi di pasar sekunder, SR024 merupakan pilihan yang sangat menarik untuk portofolio investasi mereka.
Meskipun demikian, Suhindarto juga memberikan perspektif lain terkait perbandingan SR024 dengan obligasi korporasi. Data dari Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) per 12 Maret 2026 menunjukkan bahwa imbal hasil surat utang korporasi berperingkat AAA dengan tenor 3 dan 5 tahun masing-masing berada di level 6,38% dan 6,78%. Angka ini memang sedikit lebih tinggi dibandingkan kupon yang ditawarkan oleh SR024.
Namun, daya tarik utama Sukuk Ritel SR024 tidak hanya terletak pada tingkat kuponnya semata. Keunggulan lain yang patut dipertimbangkan adalah nominal pembelian yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 1 juta, menjadikannya mudah diakses oleh berbagai kalangan investor ritel. Selain itu, SR024 juga menawarkan pembayaran kupon secara bulanan, memberikan arus kas reguler bagi investor. Faktor terpenting adalah statusnya sebagai surat utang pemerintah, yang menjamin tingkat keamanan relatif tinggi dibandingkan obligasi korporasi. Ini menjadikan SR024 pilihan yang kokoh bagi mereka yang mengutamakan keamanan dan pendapatan rutin.
Bagi Anda yang tertarik untuk turut berpartisipasi dalam investasi Sukuk Ritel SR024, prosesnya telah diatur sedemikian rupa untuk kemudahan akses. Pemerintah telah menetapkan batas minimum pembelian sebesar Rp 1 juta dan berlaku kelipatan Rp 1 juta, sehingga sangat terjangkau. Sementara itu, batas maksimum pembelian ditetapkan sebesar Rp 5 miliar untuk SR024-T3 dan Rp 10 miliar untuk SR024-T5. Sebagai informasi tambahan, underlying asset dari sukuk ini berasal dari Barang Milik Negara (BMN) serta beragam proyek dan kegiatan kementerian/lembaga yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melakukan investasi pada Sukuk Ritel SR024.
1. Registrasi
Langkah pertama untuk investasi SR024 adalah registrasi, yang dapat dilakukan kapan saja, bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon investor perlu mendaftarkan diri melalui sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis). Dalam proses ini, Anda akan diminta untuk menginput data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana, dan nomor Rekening Surat Berharga. Jika Anda belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, Mitra Distribusi akan membantu Anda dalam proses pembuatannya. SID sendiri merupakan kode unik yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai identitas tunggal pemodal.
2. Pemesanan
Setelah proses registrasi berhasil, Anda dapat melanjutkan ke tahap pemesanan Sukuk Ritel SR024. Penting untuk membaca dan memahami Memorandum Informasi yang berisi semua ketentuan terkait sukuk ini sebelum melakukan pemesanan. Ingatlah bahwa pemesanan hanya dapat dilakukan selama masa penawaran SR024 berlangsung.
3. Pembayaran
Ketika pemesanan Anda telah diverifikasi, Mitra Distribusi akan mengirimkan kode pembayaran (billing code) untuk pembelian SR024 melalui email atau SMS, sesuai kebijakan masing-masing. Kode ini kemudian digunakan untuk menyetorkan dana investasi melalui berbagai saluran pembayaran seperti Bank Persepsi (melalui teller, ATM, internet banking, atau mobile banking), Kantor Pos, atau Lembaga Persepsi Lainnya, tentunya dalam batas waktu yang telah ditentukan.
4. Konfirmasi
Setelah pembayaran berhasil, Anda akan menerima Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan notifikasi pesanan selesai (completed order). Selanjutnya, Anda akan memperoleh alokasi Sukuk Ritel SR024 pada tanggal setelmen atau penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan Sukuk Ritel SR024 kepada Mitra Distribusi Anda.
Untuk memudahkan akses masyarakat, pemerintah menggandeng sejumlah Mitra Distribusi terkemuka. Beberapa bank besar seperti Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia turut menjadi bagian dari jaringan ini. Selain itu, keterlibatan bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia dan platform investasi digital inovatif seperti Bareksa, Bibit, serta Tanamduit semakin memperluas jangkauan Sukuk Ritel SR024 kepada investor ritel.
Melalui strategi distribusi yang luas ini, pemerintah memiliki harapan besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional. Pada saat yang sama, langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat pengembangan pasar keuangan syariah di dalam negeri. Berikut adalah daftar lengkap Mitra Distribusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah, tempat masyarakat atau investor individu dapat membeli SBSN ini:
Bank Umum:
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank CIMB Niaga Tbk
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk
- PT Bank DBS Indonesia
- PT Bank HSBC Indonesia
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk
- PT Bank Mega Tbk
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank OCBC NISP Tbk
- PT Bank Panin Tbk
- PT Bank Permata Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
- PT Bank UOB Indonesia
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk
- Standard Chartered Bank
Bank Umum Syariah:
- PT Bank Victoria International Tbk
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk
- PT Bank Muamalat Tbk
Perusahaan Efek:
- PT BNI Sekuritas
- PT BRI Danareksa Sekuritas
- PT Mandiri Sekuritas
- PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
- PT Bahana Sekuritas
- PT Binaartha Sekuritas
- PT Panin Sekuritas Tbk
- PT Phillip Sekuritas Indonesia
Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology):
- PT Bareksa Portal Investasi
- PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
- PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
- PT Bibit Tumbuh Bersama













