VFF Bereaksi, Menanti Keputusan Krusial AFC yang Akan Menentukan Nasib Sepak Bola Malaysia
Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) menunjukkan sikap proaktif dan penuh perhitungan. Mereka menegaskan bahwa Timnas Vietnam tetap fokus penuh pada persiapan jelang laga krusial melawan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027, kendati Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum merilis keputusan final terkait skandal pemain naturalisasi yang menjerat Harimau Malaya.
Menurut VFF, terlepas dari hasil keputusan AFC nanti, tujuan profesional Timnas Vietnam tidak akan goyah. Namun, seorang petinggi VFF mengakui bahwa putusan AFC berpotensi besar mempengaruhi perhitungan taktik dan komposisi personel tim-tim yang bersaing di Grup F. Jika Malaysia dijatuhi sanksi atau kehilangan pemain naturalisasi akibat tindakan disipliner, dinamika persaingan grup dipastikan akan berubah drastis.
Meski demikian, Timnas Vietnam di bawah asuhan pelatih Kim Sang-sik terus mempersiapkan skuadnya secara komprehensif untuk segala kemungkinan skenario. Mentalitas ‘siap siaga’ ini menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian yang ada, memastikan kesiapan optimal tim dalam setiap kondisi.
Ancaman Skandal Baru Mengintai Jika AFC Melegitimasi Pelanggaran FAM dan Timnas Malaysia
Sebagai bagian dari persiapan matang tersebut, Timnas Vietnam dijadwalkan melakoni pertandingan persahabatan penting melawan Bangladesh pada 26 Maret mendatang di Stadion Hang Day. Laga ini bukan sekadar pemanasan, melainkan evaluasi mendalam terhadap skuad serta penyempurnaan taktik, krusial sebelum pertempuran pamungkas kontra Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Pertarungan penentuan antara Timnas Vietnam dan Timnas Malaysia di Grup F akan digelar pada Selasa, 31 Maret 2026. Saat ini, Malaysia memimpin puncak klasemen sementara Grup F dengan performa sempurna, menyapu bersih lima laga dengan kemenangan dan mengumpulkan 15 poin. Sementara itu, Vietnam berada di posisi kedua dengan 12 poin, hanya menelan satu kekalahan telak (0-4) saat bertandang ke markas Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Penting untuk diingat bahwa sebelumnya, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menguatkan sanksi yang dijatuhkan FIFA terhadap tujuh pemain Timnas Malaysia. Sanksi ini diberlakukan karena penggunaan dokumen tidak sah selama proses naturalisasi mereka. Ketujuh pemain yang dimaksud adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, dan Facundo Garces.
Dengan demikian, deretan pemain tersebut harus melanjutkan kembali sanksi larangan bermain selama 12 bulan yang telah dikeluarkan oleh FIFA. Kendati demikian, CAS memberikan sedikit kelonggaran, menegaskan bahwa sanksi tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi. Artinya, para pemain yang tersangkut kasus masih diizinkan untuk berkumpul, berlatih, dan mengikuti pertandingan tidak resmi bersama klub masing-masing, namun tidak dapat membela tim nasional dalam laga kompetitif.
Kini, seluruh mata penggemar sepak bola Asia tertuju pada keputusan AFC mengenai nasib Timnas Malaysia. Apabila regulasi diterapkan dengan ketat dan benar, Malaysia berpotensi menghadapi kekalahan WO (Walkover) 0-3 di dua pertandingan (melawan Vietnam dan Nepal) karena terbukti menggunakan pemain yang tidak memenuhi syarat. Skenario terburuknya, mereka berisiko dikurangi 6 poin di Grup F dan bahkan terancam dilarang mengikuti Piala Asia 2031.
Jika skenario sanksi tersebut benar-benar terwujud, maka Timnas Vietnam akan menjadi pihak yang diuntungkan, secara otomatis melaju ke putaran final Piala Asia 2027. Ini menjadikan keputusan AFC tidak hanya krusial bagi Malaysia, tetapi juga penentu masa depan bagi perjalanan Vietnam di panggung sepak bola regional.













