KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menunjukkan ambisi kuat dalam pengembangan bisnisnya dengan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,5 triliun untuk tahun 2026. Dana investasi jumbo ini dirancang untuk dua tujuan utama: memperkuat layanan eksekutif yang sudah ada dan mendukung ekspansi jaringan rumah sakit di berbagai wilayah.
Ekspansi jaringan menjadi salah satu pilar strategi penting perseroan. Menurut penjelasan Corporate Secretary PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), drg. Iing Ichsan Hanafi, sebagian signifikan dari alokasi belanja modal tersebut akan digunakan untuk mendirikan rumah sakit baru. “Dari capex tersebut, akan ada satu rumah sakit baru yang akan dibuka di Kepanjen,” ujar Iing kepada Kontan pada Kamis (12/3/2026), menegaskan komitmen Hermina untuk memperluas jangkauan layanannya hingga ke Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Selain perluasan fisik, Hermina juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas layanan medisnya. Capex yang disiapkan juga akan diarahkan untuk merevitalisasi serta menyempurnakan berbagai layanan eksekutif unggulan yang telah beroperasi di fasilitas-fasilitas rumah sakit eksisting. Ini menunjukkan fokus perseroan tidak hanya pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas layanan.
Drg. Iing Ichsan Hanafi merinci bahwa langkah ini mencakup peningkatan layanan-layanan strategis seperti IGD unggulan, pusat kanker, dan pusat jantung. “Layanan-layanan seperti IGD unggulan, pusat kanker, pusat jantung, dan lainnya merupakan beberapa contoh layanan eksekutif yang kami harapkan mampu mendorong pertumbuhan tahun ini,” tambahnya, menggarisbawahi potensi kontribusi layanan-layanan spesialis ini terhadap kinerja perusahaan.
Strategi investasi yang agresif ini diambil di tengah proyeksi bahwa industri kesehatan pada tahun 2026 masih akan menghadapi sejumlah tantangan. Prospek yang menantang ini turut mempengaruhi berbagai sektor di pasar modal. Menyadari hal tersebut, Hermina bersiap menghadapi dinamika pasar yang ada.
“Kami melihat tahun 2026 masih cukup menantang dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik dan perubahan kebijakan kesehatan di Indonesia,” jelas Iing, memaparkan faktor-faktor eksternal yang turut menjadi pertimbangan perusahaan. Dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu, Hermina memilih pendekatan yang berhati-hati namun tetap progresif.
Oleh karena itu, dalam menghadapi tantangan tersebut, Hermina akan memfokuskan upaya pada optimalisasi kinerja fasilitas yang sudah dimiliki. Bersamaan dengan itu, penguatan layanan spesialis akan terus dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis perusahaan. Pendekatan ini diharapkan mampu menopang kinerja HEAL di tengah fluktuasi ekonomi dan kebijakan yang mungkin terjadi, memastikan Hermina tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam layanan kesehatan berkualitas.
HEAL Chart by TradingView













