Suasana pilu dan haru mendalam menyelimuti prosesi pemakaman penyanyi Vidi Aldiano, yang dilangsungkan dengan khidmat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Di antara kerumunan pelayat yang memadati area pemakaman, memberikan doa dan penghormatan terakhir, tampak sang istri, Sheila Dara, berusaha keras untuk tetap tegar. Ia berjuang melepaskan kepergian pria yang selama ini menjadi belahan jiwanya.
Sebelum dikebumikan di peristirahatan terakhirnya, jenazah pelantun lagu “Nuansa Bening” itu sempat disemayamkan dan disalatkan terlebih dahulu di kawasan Cilandak, menandai serangkaian prosesi yang penuh duka.
Sepanjang upacara pemakaman, Sheila Dara menunjukkan ketegaran yang luar biasa, menyambut setiap pelayat yang datang silih berganti menyampaikan ucapan belasungkawa kepada dirinya dan keluarga besar. Setelah semua prosesi usai, bintang film “Sore: Istri dari Masa Depan” itu bersama keluarganya segera meninggalkan area TPU Tanah Kusir. Ia berjalan dengan tatapan mata yang kosong, tanpa sepatah kata pun terucap, seolah menanggung beban duka yang tak terhingga saat meninggalkan tempat peristirahatan terakhir mendiang suaminya.
Raut duka mendalam juga terpancar jelas dari wajah ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss. Meskipun ia berupaya tampil tegar di hadapan umum, guratan kesedihan yang teramat sangat tidak dapat disembunyikan, menggambarkan betapa kehilangan yang dirasakan seluruh keluarga.
Vidi Aldiano telah berpulang di usia 35 tahun, setelah melalui perjuangan yang panjang dan berat melawan kanker ginjal yang ia derita selama hampir tujuh tahun terakhir.
Perjalanan Vidi dalam melawan penyakit ini dimulai pada tahun 2019, ketika ia pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3. Menanggapi vonis serius tersebut, pelantun “Nuansa Bening” itu segera menjalani tindakan operasi untuk pengangkatan salah satu ginjalnya, sebuah upaya besar dalam menghadapi penyakit mematikan tersebut.














