Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), belum lama ini mengungkapkan detail penting dari sebuah pertemuan strategis yang dihelat oleh Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah ini, yang turut menghadirkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berlangsung di Istana Merdeka pada Selasa (3/3) hingga larut malam, menandai momen langka yang menyatukan tiga pemimpin penting bangsa.
AHY menjelaskan bahwa inti dari diskusi mendalam tersebut adalah membahas langkah-langkah antisipatif guna menghadapi potensi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap Indonesia. Dalam sambutannya di acara buka bersama Partai Demokrat pada Rabu (4/3), AHY menyampaikan apresiasi tulus. “Kami keluarga besar partai Demokrat, mohon sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menggelar pertemuan di Istana Merdeka tadi malam. Pertemuan itu berlangsung sampai dengan larut untuk secara serius membahas berbagai kemungkinan skenario terburuk,” ujar AHY, menyoroti keseriusan agenda yang dibahas.
Lebih lanjut, AHY menyoroti bahwa diskusi tersebut secara komprehensif meninjau berbagai dampak strategis, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, terhadap stabilitas Indonesia dan kawasan. Ia menekankan pentingnya persiapan matang. “Kita harus mempersiapkan diri untuk bisa mengantisipasi dan memitigasi segala risiko yang bisa datang,” tambahnya, menandakan urgensi penanganan potensi ancaman global.
Secara spesifik, AHY menyebutkan bahwa sektor ekonomi, ketahanan energi, dan ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam pembahasan. Ketiga sektor vital ini dinilai paling rentan dan berpotensi terdampak secara signifikan apabila konflik di Timur Tengah terus bereskalasi. Oleh karena itu, langkah mitigasi di area-area tersebut menjadi krusial untuk menjaga stabilitabilitas nasional.
Menutup pernyataannya, AHY juga menyampaikan penghargaan tinggi atas inisiatif Presiden Prabowo serta upaya diplomasi yang terus diupayakan oleh Menteri Luar Negeri dan timnya. Inisiatif tersebut bertujuan untuk menjaga perdamaian dan ketertiban dunia, termasuk komitmen kuat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Kami sungguh mengapresiasi segala niat baik dan inisiatif Bapak Presiden yang tentu dibantu oleh Bapak Menlu dan tim untuk terus mencari solusi yang terbaik bagi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia. Khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” pungkas AHY, menegaskan komitmen Indonesia di kancah global.












