jpnn.com – Kekhawatiran sempat menyelimuti skuad Persib Bandung setelah pertandingan sengit melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 BRI Super League, Senin (2/3/2026). Fokus utama perhatian tertuju pada striker andalan mereka, Sergio Castel, yang harus mendapatkan penanganan medis lanjutan menyusul benturan keras di menit-menit krusial pertandingan.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-88, Castel tak butuh waktu lama untuk memberikan dampak signifikan. Penyerang berpaspor Spanyol ini langsung menciptakan dua peluang berbahaya, bahkan salah satunya membentur tiang gawang lawan, menunjukkan kualitasnya yang mampu mengubah dinamika permainan.
Namun, tak berselang lama dari aksinya yang menjanjikan, pemain berusia 31 tahun itu terlibat dalam sebuah insiden yang memaksa tim medis bergerak cepat. Laga kontra Persebaya Surabaya itu sendiri memang berlangsung dalam tensi tinggi dan penuh drama, bahkan sempat memicu kekesalan dari jajaran komisaris Persib Bandung terhadap kinerja wasit, sebuah peristiwa yang kian menambah catatan ketegangan di lapangan.
Momen-momen selanjutnya dipenuhi ketegangan, ketika Castel segera mendapatkan perawatan awal di sisi lapangan sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans. Proses evakuasi tersebut tidak sederhana, membutuhkan penyesuaian teknis di area stadion guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar keselamatan pemain, menunjukkan keseriusan penanganan yang diberikan.
Untungnya, kabar baik segera datang dari dokter tim Persib, dr. Wira Prasetya Chandra, yang memastikan bahwa kondisi sang pemain tidak mengarah pada masalah serius. Pernyataan ini sedikit meredakan kekhawatiran yang sempat membayangi tim dan suporter.
Menyikapi berbagai insiden dan hasil pertandingan yang penuh emosi, pelatih Bojan Hodak turut menunjukkan gestur yang mencuri perhatian pasca-laga Persebaya vs Persib. Ia bahkan sempat melayangkan permintaan maaf, sebuah refleksi dari intensitas dan drama yang terjadi sepanjang 90 menit.
Hasil pemeriksaan lanjutan yang dilakukan menjadi kabar yang lebih menenangkan bagi tim pelatih dan suporter. dr. Wira Prasetya Chandra menjelaskan, “Ada keluhan di rusuk kiri, tetapi aman. Hanya memar otot.” Lebih lanjut, setelah menjalani pemeriksaan X-ray yang memastikan tidak ada gangguan pada tulang rusuk, Castel diperbolehkan kembali ke hotel dan langsung bergabung dengan rombongan tim.
Langkah observasi intensif tetap dilakukan semata-mata sebagai bentuk kehati-hatian. Tujuannya adalah memastikan kondisi eks pemain Atletico Madrid B itu benar-benar stabil sebelum kembali beraktivitas penuh. Dipastikannya kondisi Sergio Castel yang aman ini tentu menjadi suntikan moral penting bagi Persib Bandung, khususnya dalam menatap laga berikutnya melawan Persik Kediri pada 9 Maret mendatang.
Terlepas dari serangkaian kejadian tersebut, Persib Bandung sendiri harus puas ditahan imbang oleh Persebaya Surabaya. Situasi ini, ditambah dengan insiden cedera, membuat pelatih Bojan Hodak cenderung irit bicara usai pertandingan, hanya berfokus pada aspek-aspek paling esensial terkait jalannya laga dan kondisi tim.(persib/mcr15/jpnn)













