SURABAYA – Persib Bandung sukses membawa pulang satu poin berharga dari lawatannya ke kandang Persebaya Surabaya. Dalam duel sengit yang tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada pekan ke-24 Liga 1 kemarin (2/3) malam, kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang dramatis dengan skor akhir 2-2.
Pertandingan yang penuh tensi ini dibuka dengan keunggulan tuan rumah Persebaya. Gol pembuka dicetak oleh sang kapten, Bruno Moreira, melalui tendangan penalti pada menit ke-44, yang membawa Bajul Ijo memimpin hingga jeda istirahat. Namun, semangat juang Maung Bandung tak padam.
Memasuki babak kedua, Persib Bandung langsung bangkit. Luciano Guaycochea berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-51. Momentum positif terus berpihak kepada Persib ketika Andrew Jung sukses membalikkan keadaan dan mencetak gol di menit ke-73, membawa tim tamu unggul 2-1.
Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata harus pupus. Persebaya kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat gol Francisco Rivera pada menit ke-83. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memaksa kedua tim berbagi satu poin.
Pasca pertandingan, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memilih untuk tidak banyak berkomentar dalam sesi konferensi pers. Pelatih berkebangsaan Kroasia itu justru menyatakan kehadirannya murni untuk mengapresiasi kerja keras para jurnalis, tanpa mengulas teknis pertandingan yang sempat membuatnya kesal selama laga berlangsung.
“Saya selalu menghormati media dan menghargai pekerjaan kalian,” tutur Bojan Hodak, seperti dilansir dari laman resmi klub. Sikap ini cukup beralasan mengingat ia sempat terlihat kesal dengan beberapa keputusan wasit Eko Saputra, terutama saat menganulir gol Kakang Rudianto.
Insiden gol Kakang Rudianto yang dibatalkan oleh wasit Eko Saputra terjadi setelah pengecekan Video Assistant Referee (VAR). Tayangan ulang menunjukkan bahwa pemain Persib, Berguinho, terlebih dahulu melakukan handball sebelum gol tercipta, sehingga keputusan tersebut mengubah jalannya pertandingan.
Mantan pelatih PSM Makassar ini menyadari betul bahwa setiap pernyataan yang keluar dari mulutnya mengenai wasit dapat berujung pada konsekuensi serius. “Saya tidak bisa berbicara mengenai wasit hari ini. Jika saya tidak bicara soal wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan dari pertandingan tadi,” jelasnya. “Oleh karena itu, lebih baik saya tidak memberikan pernyataan apa pun agar tidak terkena sanksi.”
Hasil imbang 2-2 ini tidak mengubah posisi kedua kesebelasan di papan klasemen sementara Liga 1. Persib Bandung tetap kokoh di puncak dengan koleksi 54 poin, hasil dari 17 kemenangan, tiga kali seri, dan tiga kali kekalahan. Sementara itu, Persebaya Surabaya berhasil naik satu peringkat ke posisi kelima dengan mengumpulkan 39 poin dari 10 kemenangan, sembilan kali seri, dan lima kali kekalahan. (lia/JPNN)













