jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG – Pertandingan seru yang mempertemukan dua tim besar, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil ini membuat Persib Bandung harus puas membawa pulang satu poin dari laga klasik yang berlangsung sangat sengit tersebut.
Duel yang memikat perhatian penonton ini berlangsung dengan tempo cepat sejak awal. Namun, gol-gol pembuka baru tercipta di menit-menit akhir babak pertama, menambah ketegangan di lapangan hijau sebelum turun minum.
Klimaks pertandingan semakin terasa ketika wasit Eko Saputra menganulir gol yang dicetak oleh Kakang Rudianto pada menit 45+5. Gol tersebut, yang seharusnya menjadi penyeimbang kedudukan setelah Persib tertinggal 0-1 dari Persebaya, dibatalkan setelah pengecekan melalui sistem Video Assistant Referee (VAR), menambah drama di akhir babak pertama.
Meskipun menghadapi keputusan kontroversial, Persib akhirnya berhasil mencatatkan namanya di papan skor melalui gol Luciano Guaycochea pada menit ke-51 dan Andrew Jung di menit ke-73. Di sisi lain, Persebaya juga tidak tinggal diam, berhasil menyarangkan gol melalui tendangan penalti Bruno Moreira pada menit ke-44 dan gol Francisco Rivera di menit ke-83.
Pasca pertandingan, suasana konferensi pers diliputi ketegangan, terutama dari pihak Persib. Pelatih Persib Bojan Hodak terlihat sangat kecewa dengan jalannya pertandingan dan terutama dengan kepemimpinan wasit Eko Saputra.
Pelatih asal Kroasia itu hadir di ruang media ditemani oleh pemain Frans Putros. Namun, berbeda dari biasanya, Hodak tidak membuka sesi tanya jawab dengan para wartawan. Ia hanya menyampaikan pernyataan singkat yang secara jelas mengindikasikan kekecewaannya terhadap kinerja pengadil lapangan.
Sayangnya, Hodak tidak dapat berbicara lebih jauh mengenai hal tersebut. Hal ini dikarenakan adanya klausul dalam kontraknya dengan manajemen Persib yang secara tegas melarangnya untuk mengomentari kinerja wasit dalam sebuah pertandingan.
“Saya selalu menghormati media, saya menghargai pekerjaan Anda, tetapi saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini,” ujar Hodak, yang memberikan pernyataan pada Senin (2/3/2026).
Menurutnya, tidak ada hal lain yang pantas dibahas dalam pertandingan tersebut selain keputusan-keputusan kontroversial dari wasit. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengakhiri sesi konferensi pers lebih cepat dari jadwal dan segera meninggalkan ruangan, diikuti oleh Frans Putros yang juga tidak mengucapkan sepatah kata pun.
“Jika saya tidak membicarakan wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan,” lanjut Hodak, menjelaskan alasan di balik sikapnya. “Jadi, karena alasan ini, saya akan memberi penjelasan (atau klarifikasi), karena saya akan dikenai sanksi.” Penegasan Hodak ini menutup sesi konferensi pers yang penuh tanda tanya dan menyisakan banyak spekulasi. (mcr27/jpnn)












