Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan kepemimpinan baru Iran. Pernyataan ini muncul setelah ia mengklaim bahwa Teheran menunjukkan keinginan untuk membuka jalur komunikasi dengan Washington.
Menyambut sinyal tersebut, Trump menegaskan bahwa ia telah menyetujui ajakan untuk berdiskusi. “Mereka ingin berbicara dan saya telah setuju untuk berbicara, jadi saya akan berbicara dengan mereka,” demikian pernyataannya seperti dikutip oleh majalah The Atlantic, dan dilansir ulang oleh Al Jazeera pada Senin (2/3).
Meski menyatakan kesediaannya, Trump tidak luput melontarkan kritik mengenai waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik dialog ini. Ia berpandangan bahwa pembicaraan penting tersebut seharusnya dapat terlaksana jauh lebih awal.
Dalam pandangannya, Iran seharusnya bertindak lebih cepat. “Mereka seharusnya melakukannya lebih cepat. Mereka seharusnya memberikan apa yang sangat praktis dan mudah untuk dilakukan itu lebih cepat. Mereka menunggu terlalu lama,” ujar Trump, mengindikasikan frustrasinya terhadap penundaan tersebut.
Namun, di tengah kesediaan dan kritik yang disampaikan, Presiden Trump belum merinci kapan persisnya pembicaraan antara Amerika Serikat dan kepemimpinan Iran ini akan digelar. Detail mengenai jadwal dan format dialog masih menjadi misteri.













