Sebuah gelombang protes hebat mengguncang Karachi, Pakistan, pada Minggu (1/3) waktu setempat, di mana setidaknya tujuh orang dilaporkan tewas dan 12 lainnya luka-luka. Bentrokan sengit terjadi antara demonstran dan aparat keamanan di depan Konsulat Amerika Serikat. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh reaksi kemarahan masyarakat Pakistan menyusul kabar meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Insiden tragis ini dengan cepat menarik perhatian global terhadap gejolak di kawasan tersebut.
Mengutip laporan dari Al Jazeera, eskalasi bentrokan bermula di sekitar Konsulat AS yang strategis, berlokasi di Mai Kolachi Road. Sebelumnya, gelombang protes telah meluas ke berbagai penjuru Karachi, menandai ketidakpuasan mendalam di kalangan warga. Pusat-pusat kota seperti Numaish Chowrangi, Abbas Town, dan kawasan Tower menjadi saksi bisu berkumpulnya massa yang turun ke jalan. Mereka menyuarakan kecaman keras terhadap apa yang mereka sebut sebagai pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran melalui slogan-slogan yang bergema di seluruh kota.
Situasi semakin memanas ketika para demonstran bergerak menuju Konsulat AS. Area tersebut telah diperkuat dengan pengamanan ketat, namun hal itu tidak menyurutkan niat massa. Berdasarkan kesaksian beberapa saksi mata di lokasi kejadian, sebagian pengunjuk rasa dilaporkan melancarkan serangan terhadap gedung konsulat, menyebabkan kerusakan properti dan bahkan membakar sebagian area bangunan. Di tengah kekacauan, beberapa demonstran juga terlihat melemparkan batu ke arah aparat keamanan. Laporan awal yang belum terkonfirmasi juga menyebutkan adanya suara tembakan, menambah ketegangan dan kekhawatiran akan peningkatan eskalasi.
Menanggapi situasi yang memburuk, pihak kepolisian segera bertindak dengan mengerahkan tambahan personel untuk mengendalikan keadaan dan berupaya membubarkan massa. Sementara itu, otoritas setempat mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga untuk tetap tenang. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan maupun terpengaruh oleh rumor yang beredar, guna mencegah kepanikan lebih lanjut. Otoritas juga menegaskan bahwa mereka terus memantau situasi secara ketat, berjanji untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Karachi di tengah ketidakpastian ini.
















