Ledakan keras kembali mengguncang langit Doha, Qatar, pada Sabtu (28/2), memicu kekhawatiran di tengah rentetan serangan Iran yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di berbagai negara Timur Tengah.
Seorang jurnalis dari AFP yang berada di lokasi melaporkan bahwa ia menyaksikan rudal-rudal Iran dicegat di udara. Peristiwa dramatis tersebut terjadi di kawasan corniche (tepi laut) Doha, di mana sistem pertahanan rudal berhasil menangkis serangan saat rentetan rudal melintas.
Kejadian ini semakin menyoroti posisi strategis Qatar, mengingat keberadaan Pangkalan Militer Al-Udeid di wilayahnya. Fasilitas tersebut merupakan pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah, menjadikannya titik fokus penting dalam dinamika keamanan regional.
Menyikapi perkembangan ini, Kementerian Dalam Negeri Qatar sebelumnya telah menyampaikan bahwa kondisi di negaranya masih terkendali dan meminta masyarakat untuk tetap tenang. Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (28/2), kementerian tersebut kembali menegaskan, “Meskipun situasi ketegangan regional yang melibatkan Republik Islam Iran, Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa kondisi di Negara Qatar tetap stabil dan aman, tanpa adanya indikasi yang mengkhawatirkan pada tingkat keamanan dalam negeri saat ini.”
Pemerintah Qatar juga memastikan bahwa seluruh otoritas keamanan bekerja secara ekstra keras untuk mengantisipasi potensi dampak dari gejolak regional ini. Dengan koordinasi antarinstansi yang intensif, mereka berupaya keras guna menjamin aktivitas publik tidak terganggu dan menjaga stabilitas negara.












