Di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Israel-AS, suara menyerupai letusan roket dilaporkan menggema di Kawasan Dubai, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (28/2). Menurut laporan staf CNN yang berada di Dubai, empat dari lima dentuman tersebut terdengar dengan sangat jelas dan keras. Kendati demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah suara ledakan ini berasal dari serangan roket musuh atau merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang berhasil menangkal ancaman tersebut. Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat Dubai dikenal sebagai pusat komersial dan pariwisata terkemuka di UEA, bukan wilayah yang menjadi pangkalan militer AS.
Kejadian di Dubai semakin diperkuat oleh sebuah video yang berhasil direkam oleh staf CNN, menampilkan kepulan asap yang membumbung tinggi dari Pelabuhan Jebel Ali Dubai, sebuah pusat pengiriman dan logistik global yang vital. Video lain yang didapatkan oleh CNN juga memperlihatkan sebuah pemandangan yang menyerupai ledakan akibat hadangan atau pencegahan serangan.
Peristiwa di Dubai ini tidak dapat dilepaskan dari konteks serangan yang dilancarkan oleh Israel-AS terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk menumbangkan rezim Ayatollah Ali Khamenei. Oleh karena itu, militer Israel dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi strategis di Teheran, Iran.
Sebagai respons langsung atas serangan tersebut, Iran segera melancarkan serangan balasan. Teheran menembakkan rudal-rudalnya ke beberapa pangkalan militer AS yang tersebar di sejumlah negara Teluk. Salah satu target signifikan adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang diakui sebagai salah satu fasilitas militer terbesar dan paling krusial bagi Amerika Serikat di kawasan Teluk.












