BANDUNG, INDONESIA – Madura United harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Persib Bandung dalam laga pekan ke-23 Super League 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Kamis (26/2/2026) itu berakhir dengan skor telak 5-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.
Laskar Sape Kerrab, julukan Madura United, sudah tertinggal cepat ketika pertandingan baru berjalan 13 menit. Gol pembuka keunggulan Persib dicetak oleh penyerang andalan mereka, Ramon Tanque. Tak butuh waktu lama, Ramon Tanque kembali menggandakan kedudukan menjadi 2-0 pada menit ke-33, menunjukkan dominasi Persib sejak awal. Penderitaan Madura United kian bertambah jelang turun minum setelah Uilliam Barros sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45+2, menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 bagi Persib.
Memasuki babak kedua, tim Maung Bandung tidak mengendurkan serangannya. Dua gol tambahan berhasil dilesakkan oleh tim tuan rumah, masing-masing melalui Andrew Jung pada menit ke-80 dan Frans Putros pada menit ke-89, memastikan Persib meraih kemenangan telak 5-0 atas Madura United.
Kekalahan menyakitkan ini tentu saja membuat pelatih Madura United, Carlos Parreira, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Parreira menyoroti performa anak asuhnya yang dinilainya gagal menjalankan strategi yang telah disiapkan dengan baik, terutama terkait keberhasilan Persib mencetak gol cepat. “Pertandingan tidak sesuai rencana. Kami terlalu cepat kebobolan di babak pertama, dan kami perlu mengubah cara bermain,” ungkap Carlos Parreira, seperti dilansir dari BolaSport.com via Tribun Madura. “Kami tidak bisa bereaksi dengan meningkatkan serangan,” tambahnya penuh penyesalan.
Meskipun harus menelan kekalahan pahit, Carlos Parreira tetap memberikan pujian kepada Persib. Ia mengakui bahwa Persib adalah tim yang sangat besar dan kuat, yang terbukti dari posisi mereka di puncak klasemen. Tim asuhan Bojan Hodak itu memang tengah berada dalam performa terbaiknya dan masih menjadi kandidat terkuat untuk meraih juara Super League 2025-2026. Mereka kini memimpin klasemen dengan raihan 53 poin dari 22 laga, terpaut tiga angka dari Persija yang menjadi saingan terdekat.
Situasi kontras justru dialami Madura United. Setelah kekalahan ini, mereka masih tercecer di urutan ke-14 klasemen dengan raihan 20 poin. Posisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena Madura United kini hanya berjarak dua angka saja dari Persijap yang berada di zona degradasi, menambah tekanan besar bagi tim.
Menghadapi kenyataan pahit ini, Parreira berusaha untuk tetap realistis. “Inilah sepak bola, dan kami bermain melawan tim yang sangat besar,” ucapnya pasrah. “Sekarang kami perlu fokus pada pertandingan di kandang sendiri melawan Malut United,” tandas Parreira, mengalihkan fokus ke pertandingan selanjutnya demi memperbaiki posisi tim.












