Farradhilla Ayu Pramesti (23), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau di Pekanbaru, kini mulai menjalani masa pemulihan setelah menjadi korban pembacokan brutal oleh teman sekampusnya. Mahasiswi yang dikenal sebagai korban pembacokan di lingkungan kampus UIN Suska Riau ini telah berhasil melewati tindakan medis krusial pada Kamis malam.
Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Suska Riau, Dr. Alpi Syahrin, mengonfirmasi bahwa Farradhilla telah selesai menjalani operasi pergelangan tangan pada Kamis (26/2) sekitar pukul 23.30 WIB. “Alhamdulillah, malam tadi jam 11.30 malam sudah selesai operasi pergelangan tangan korban. Alhamdulillah lancar,” ujar Dr. Alpi Syahrin. Seiring dengan kabar baik ini, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2), mengungkapkan bahwa korban saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad. Pihak kepolisian belum dapat mengambil keterangan dari korban lantaran masih dalam proses pemulihan pascaoperasi. “Korban belum bisa kita ambil keterangan, tadi pagi kita sudah membesuk bersama Kapolresta Pekanbaru ke RSUD Arifin Ahmad, pasca operasi tadi malam,” jelas Anggi.
Insiden pembacokan brutal ini menyebabkan Farradhilla mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan akibat serangan kapak. Beruntungnya, nyawa korban berhasil diselamatkan setelah pelaku cepat diamankan oleh sejumlah petugas keamanan kampus sesaat setelah kejadian. Penyelamatan sigap ini menjadi kunci dalam menghindari dampak yang lebih fatal.
Hasil penyelidikan kepolisian mengarah pada motif asmara sebagai pemicu utama aksi sadis tersebut. Pelaku, Raihan, diduga sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban yang mengaku sudah memiliki kekasih. Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, menambahkan bahwa Raihan mengenal Farradhilla secara dekat sejak mereka tergabung dalam satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Dia bilang dulu waktu KKN dekat dengan korban. Mungkin dia suka sama korban, tetapi korban ini mungkin tidak mau,” ungkap Kompol Nusirwan, menguatkan dugaan motif asmara.
Lebih jauh, Kompol Nusirwan menyatakan bahwa pelaku sudah merencanakan aksi kejahatannya. Raihan berangkat dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar, dengan membawa sebilah kapak dan sebilah parang yang disembunyikan dalam tas. Niat pelaku bahkan sudah mengarah pada pembunuhan korban. “Pelaku sudah menyiapkan senjata tajam, berniat membunuh korban,” tegas Nusirwan. Serangan itu terjadi saat Farradhilla berada di ruang ujian skripsi, melukai kepala dan tangannya, sebelum akhirnya petugas sekuriti kampus berhasil mengamankan pelaku.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB, ketika Farradhilla Ayu Pramesti (23) sedang menunggu jadwal ujian munaqosah atau ujian skripsi akhir di sebuah ruangan di lantai dua bangunan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Tiba-tiba, Raihan, teman satu jurusan dan angkatan korban, masuk ke ruangan dan langsung menyerang Farradhilla dengan kapak. “Korban saat itu sempat melarikan diri kalau dari keterangan yang kami dapat di TKP, korban sempat melarikan diri melalui jendela,” jelas Kasat Reskrim Anggi. Setelah melancarkan aksinya, pelaku segera ditangkap dan resmi ditetapkan sebagai tersangka, kini ditahan di Polsek Binawidya.
Anggi juga menjelaskan bahwa korban awalnya dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Namun, karena luka bacok yang dialami cukup parah dan dalam, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit yang lebih mumpuni, yaitu RSUD Arifin Ahmad. Anggi kembali menegaskan bahwa pelaku diduga kuat telah merencanakan aksi sadisnya, terbukti dari ditemukannya dua senjata tajam, kapak dan parang, meskipun hanya kapak yang digunakan dalam serangan.
Suasana di lokasi kejadian di kampus UIN Suska Riau masih menyisakan jejak mencekam. Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian di lantai dua bangunan tempat peristiwa terjadi, dan area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Sementara itu, di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, sejumlah aparat kepolisian berjaga ketat, bersama perwakilan pihak kampus dan rekan-rekan korban yang turut hadir.
Menanggapi insiden memilukan ini, pihak kampus UIN Suska Riau mengecam keras tindakan kriminal tersebut. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Harris, menyampaikan keprihatinannya. “Kami sangat mengecam tindakan kriminal di kampus UIN Suska Riau,” ucap Harris. Ia menambahkan bahwa kejadian ini sangat tidak terduga, apalagi terjadi di bulan suci Ramadan. Pihak universitas berkomitmen untuk menegakkan kode etik kampus terhadap pelaku kejahatan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. “Karena ini kriminal, otomatis mendapat hukuman terberat,” tegas Harris. Senada, Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, turut mengecam aksi kekerasan tersebut, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di lingkungan kampus, dan seluruh proses diserahkan kepada aparat penegak hukum.












