
Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan dramatis 2-3 saat bertandang ke markas Malut United dalam lanjutan pekan ke-23 Super League 2025/26. Pertandingan sengit yang mempertemukan tim peringkat kedua dan keempat ini digelar di Stadion Kie Raha Ternate pada Selasa (24/2/2026), dengan jadwal kick-off pukul 21.00 WIT yang disesuaikan karena bulan Ramadan. Kemenangan ini menjadi krusial bagi Macan Kemayoran untuk terus bersaing di papan atas liga.
Memulai laga sebagai tuan rumah, Malut United, yang dikenal dengan julukan Laskar Kie Raha, justru tampak kesulitan menemukan ritme permainan di awal babak pertama, diduga terpengaruh oleh jadwal pertandingan yang larut malam. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persija Jakarta yang menampilkan kombinasi permainan “samba” nan memukau. Hanya dalam kurun waktu 30 menit pertama, tim tamu berhasil unggul dua gol tanpa balas, menciptakan tekanan besar bagi Malut United di hadapan pendukungnya sendiri.
Gol pembuka Persija tercipta pada menit ke-8 melalui skema serangan cepat. Umpan terobosan cerdik dari Gustavo Almeida membelah pertahanan Malut United, sukses menjangkau Bruno Tubarao. Bruno kemudian mengirimkan umpan cutback yang berhasil diselesaikan dengan mulus oleh Alaeddine Ajaraie, mengubah skor menjadi 0-1. Tidak berselang lama, tepatnya pada menit ke-29, sebuah skema sepak pojok kembali mengejutkan tuan rumah. Jordi Amat berhasil melakukan flick-header di tiang dekat, menggandakan keunggulan Persija menjadi 0-2 dan membuat Laskar Kie Raha semakin tertekan.
Meskipun Persija Jakarta tampak menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang melalui kelincahan para penyerang, mereka juga sering membuang kesempatan emas. Seandainya Macan Kemayoran gagal meraih poin penuh, Allano Lima dan rekan-rekannya mungkin akan menjadi sorotan utama karena banyak peluang yang terbuang sia-sia. Di tengah dominasi ini, perhatian juga tercurah pada kondisi terkini sepak bola nasional. Sorotan terhadap persiapan Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 turut mewarnai pemberitaan, terutama dengan adanya kabar buruk mengenai cedera yang dialami beberapa pemain abroad seperti Pratama Arhan, yang harus menjalani operasi, menambah daftar tantangan bagi skuad Garuda.
Memasuki babak kedua, Malut United perlahan mulai bangkit dan membangun asa untuk menyamakan kedudukan. Kerja keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-77 ketika umpan silang akurat dari Frets Butuan berhasil disontek oleh Ciro Alves di tiang jauh, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Namun, kegembiraan tuan rumah tidak berlangsung lama. Persija Jakarta segera merespons dengan gol kilat yang kembali menjauhkan keunggulan. Sebuah tembakan spekulatif dari Fabio Calonego dari jarak sekitar 35 meter membentur tiang gawang sebelum mengoyak jala Kie Raha, membuat skor kembali melebar menjadi 1-3.
Drama belum berakhir di Stadion Kie Raha. Setelah gol ketiga, Persija Jakarta lagi-lagi menunjukkan sedikit kelonggaran konsentrasi selepas kick-off. Situasi ini dimanfaatkan Malut United untuk kembali mencetak gol. Kali ini, Yance Sayuri melepas umpan silang yang berhasil diselesaikan dengan kaki mantan pemain Persib Bandung, David Da Silva, mengubah skor menjadi 2-3 dan menghidupkan kembali harapan tuan rumah. Suasana di lapangan semakin memanas dan memburuk bagi Persija ketika Aditya Warman mendapatkan kartu merah akibat sikutan sembrono, membuat Macan Kemayoran harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Untungnya, meski bermain dengan sepuluh orang dan menghadapi gempuran di menit-menit akhir, Persija berhasil mempertahankan skor 2-3 hingga peluit panjang dibunyikan, mengamankan tiga poin penting dari laga tandang yang penuh tantangan ini.
FT: Malut United 2-3 Persija Jakarta
Susunan Pemain
Malut United: 1. Angga Saputra; 6. Igor Inocencio, 4. Gustavo Franca, 23. Yance Sayuri, 8. Lucas Cardoso; 16. Wbeymar Angulo, 19. Taufik Rustam, 12. Yakob Sayuri; 10. Tyronne Del Pino, 7. Ciro Alves, 17. David Da Silva.
Cadangan: 94. Alan Bernardon; 32. Riswan Lauhin, 9. Dimas Drajad, 21. Frets Butuan, 22. Muhammad Ridwan, 29. Septian David Maulana, 46. Fredyan Wahyu, 56. Ridho Syuhada, 68. Tri Setiawan, 69. Manahati Lestusen, 88. Alwi Slamat, 96. Abduh Lestaluhu.
Pelatih: Hendri Susilo.
Persija Jakarta: 26. Andritany Ardhiyasa; 6. Thales, 5. Rizky Ridho, 77. Dony Tri Pamungkas, 88. Bruno Tubarao; 97. Fabio Calonego, 21. Jordi Amat, 17. Allano Lima; 99. Maxwell Souza, 41. Alaeddine Ajaraie, 70. Gustavo Almeida.
Cadangan: 93. Cyrus Margono, 4. Fajar Fathurrahman, 9. Witan Sulaeman, 9. Mauro Zijlstra, 10. Jean Motta, 11. Arlyansyah Abdulmanan, 15. Sousa, 25. Shayne Pattynama, 32. Dia Syayid, 36. Aditya Warman, 58. Rayhan Hannan, 98. Eksel Runtukahu.
Pelatih: Mauricio Souza.
Kemenangan tipis Persija ini menjadi bukti ketahanan mental dan strategi tim dalam menghadapi tekanan. Dalam dunia sepak bola, kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit atau mempertahankan keunggulan di bawah tekanan menjadi kunci. Momen seperti ini mengingatkan kita pada kisah-kisah inspiratif lainnya, seperti resep yang diungkapkan pelatih PSIM dalam mengejar ketertinggalan 0-3 dari Bali United, menunjukkan bahwa di setiap pertandingan, selalu ada pelajaran berharga tentang kegigihan dan strategi.












