Cristiano Ronaldo Tak Sanggup Ikuti Tradisi Puasa Umat Muslim di Arab Saudi.
Cristiano Ronaldo, mega bintang sepak bola yang kini merumput bersama Al Nassr di Arab Saudi, kembali menjadi sorotan publik. Memasuki tahun ketiganya merasakan atmosfer Ramadan di Jazirah Arab sejak kepindahannya pada 2023, kapten timnas Portugal ini sempat mencoba beradaptasi dengan tradisi lokal yang kental, termasuk menjalankan ibadah puasa layaknya umat Muslim.
Namun, sebuah fakta menarik terungkap bahwa CR7, julukan akrabnya, tidak mampu sepenuhnya melakoni tantangan spiritual tersebut. Mantan pemain Al Nassr, Shaye Sharahili, menjadi saksi yang mengungkapkan detail di balik upaya Ronaldo. Menurut Sharahili, kesulitan utama bagi Ronaldo adalah bagaimana ia harus menghadapi jadwal pertandingan yang sangat menuntut secara fisik tanpa asupan makanan dan minuman.
“Bermain selama Ramadan memang tidak mudah, tetapi ada beberapa pemain yang mampu mengatasinya dengan baik, dan saya adalah salah satunya,” ujar Sharahili, seperti dikutip BolaSport.com dari Ghana Web. Ia menambahkan bahwa tantangan ini jauh lebih besar bagi pemain asing karena mereka belum terbiasa dengan perubahan rutinitas harian, termasuk jadwal makan, tidur, dan kebiasaan penting lainnya. Ronaldo sendiri dilaporkan telah mencoba berpuasa selama dua hari, namun ia merasa sangat kesulitan dan tidak mampu melanjutkannya.
Meskipun menghadapi tantangan adaptasi dengan tradisi lokal, performa Cristiano Ronaldo di lapangan hijau justru menunjukkan grafik yang stabil, bahkan cenderung impresif, sejak kepindahannya ke Arab Saudi. Popularitas dan daya tarik Ronaldo memang melampaui batas lapangan, menjadikannya sosok yang sangat dicari dan berpengaruh di kancah global.
Dalam kurun waktu tiga tahun membela panji Al Nassr, Ronaldo telah membuktikan kelasnya sebagai salah satu pencetak gol terbaik di dunia. Total 120 gol berhasil ia lesakkan dari 135 penampilannya di semua kompetisi. Bahkan, dalam musim 2025-2026 yang sedang bergulir, pria kelahiran Madeira ini telah mencetak 21 gol hanya dari 24 pertandingan. Kontribusinya yang tak terbantahkan turut mengantar Al Nassr bertengger di puncak klasemen dengan raihan 55 poin dari 22 laga, menegaskan dominasinya di Liga Arab Saudi.
Pemilik lima trofi Ballon d’Or ini bukan hanya sekadar pemain bintang; ia adalah magnet yang tak terbantahkan bagi Liga Arab Saudi. Kedatangan Ronaldo ke Al Nassr memicu gelombang kedatangan pesepak bola top Eropa lainnya ke “Negeri Minyak”. Sejumlah nama besar seperti Sadio Mane, Karim Benzema, dan Joao Felix menjadi deretan bintang dari Benua Biru yang mengikuti jejak langkah CR7. Daya tariknya bahkan begitu kuat hingga memunculkan spekulasi tentang keinginan pemain bintang lainnya untuk bergabung dan bermain bersamanya. Dengan kualitas yang tetap prima di usia kepala empat, Ronaldo tidak hanya berfungsi sebagai ikon promosi liga, tetapi juga terus membuktikan ketajamannya di atas lapangan.













