JAKARTA – Masjid Istiqlal, sebagai ikon toleransi dan pusat kegiatan keagamaan di Indonesia, dipastikan akan kembali menggelar tradisi buka bersama skala besar sepanjang bulan Ramadan. Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan komitmen tersebut, menegaskan bahwa ketersediaan hingga 10.000 porsi nasi boks akan memenuhi kebutuhan jemaah setiap harinya.
Di tengah fokus pada pelaksanaan ibadah dan pelayanan umat, dinamika publik juga kerap menjadi sorotan. Misalnya, perhatian masyarakat sempat tertuju pada perbincangan mengenai penggunaan jet pribadi oleh Menteri Agama, yang dikaitkan dengan Oesman Sapta, dan memicu pertanyaan serius tentang potensi gratifikasi. Kontrasnya, Masjid Istiqlal memilih untuk mengedepankan program kerakyatan dan kebersamaan yang inklusif.
Prof. Nasaruddin Umar menjelaskan lebih lanjut dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal pada Rabu, 18 Februari 2026, bahwa peningkatan jumlah distribusi nasi boks akan terjadi pada akhir pekan. “Pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, kami menyediakan antara 7 ribu hingga 10 ribu porsi. Sementara itu, untuk hari-hari biasa, jumlahnya sekitar 4 ribu sampai 7 ribu nasi boks,” ungkapnya, menunjukkan kesiapan Istiqlal dalam melayani jemaah yang datang.
Tidak hanya berfokus pada hidangan berbuka, Masjid Istiqlal juga menyiapkan serangkaian kegiatan edukatif untuk mengisi waktu ngabuburit. Berbagai program pendidikan gratis dibuka untuk publik, termasuk kursus bahasa asing yang populer seperti Inggris, Mandarin, Arab, Persia, dan Prancis, bahkan juga Bahasa Indonesia untuk penutur asing. Ini merupakan inisiatif berkelanjutan dari Istiqlal untuk menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan diri.
Yang menarik, Istiqlal melangkah lebih jauh dengan menawarkan kelas-kelas belajar bahasa Ibrani dan Aramaik, dua bahasa yang memiliki akar sejarah dan spiritual yang mendalam. Untuk memastikan kualitas pengajaran, Prof. Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa para pengajar didatangkan langsung dari negara-negara asal bahasa tersebut, menegaskan komitmen Istiqlal pada standar keilmuan yang tinggi.
Aspek spiritual Ramadan di Istiqlal semakin diperkaya dengan penyelenggaraan salat Tarawih yang istimewa. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini akan menghadirkan qari’ internasional atau pelantun ayat suci Al-Qur’an dari berbagai negara yang akan tampil bergiliran sepanjang bulan suci. Setelah pelaksanaan Tarawih, jemaah akan dimanjakan dengan ceramah kultum dari berbagai kalangan, mulai dari ulama populer hingga figur publik yang dikenal religius, memberikan inspirasi dan pencerahan.
Puncak kegiatan keagamaan di Istiqlal juga akan mencakup peringatan Nuzulul Quran, yang akan melibatkan partisipasi negara-negara anggota MABIMS (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura), memperkuat tali persaudaraan Islam di kawasan. Tidak hanya itu, gema Takbir Idulfitri juga direncanakan akan dilakukan secara serentak dan saling bersahutan dengan masjid-masjid raya di ibu kota negara-negara Asia Tenggara lainnya, menciptakan suasana syahdu dan persatuan yang mendalam.












