Daryono, sosok yang selama ini dikenal luas sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari posisinya tersebut sekaligus mengajukan pensiun dini dari institusi yang telah lama ia layani. Keputusan mengejutkan ini menandai babak baru dalam kariernya.
Melalui keterangan tertulis yang disampaikan kepada awak media, Daryono secara tegas meminta agar namanya tidak lagi dihubungkan dengan afiliasi Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam setiap pemberitaan di masa mendatang. Kendati demikian, ia tidak memberikan penjelasan mengenai alasan spesifik di balik keputusan penting ini.
Dalam pesannya yang dirilis pada Jumat, 13 Februari 2026, Daryono menulis, “Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG.” Pesan ini menunjukkan keseriusan dan ketegasan dalam langkah yang diambilnya.
Meskipun mundur dari jabatan strukturalnya, Daryono dengan tegas menyatakan bahwa komitmennya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan surut. Selama menjabat, ia memang dikenal sebagai figur kunci yang selalu aktif memberikan penjelasan ilmiah yang mudah dipahami oleh masyarakat terkait fenomena gempa bumi dan potensi tsunami. Reputasinya sebagai komunikator ilmiah yang kredibel tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa dirinya memikul tanggung jawab keilmuan, edukasi, dan moral yang mendalam, terutama di Indonesia yang sangat rawan terhadap berbagai jenis bencana alam. Oleh karena itu, Daryono memastikan akan tetap membuka diri untuk menjadi narasumber terpercaya dalam isu-isu seputar gempa bumi dan tsunami, melanjutkan dedikasinya untuk masyarakat.
Untuk fase sementara ini, Daryono memilih untuk dikenal dan disebut sebagai pemerhati gempa bumi dan tsunami. Meski demikian, perlu dicatat bahwa ia masih tercatat aktif sebagai bagian dari BMKG hingga tanggal 1 Mei 2026, meskipun pengunduran dirinya dari jabatan struktural telah resmi diajukan. Status ini memberikan kejelasan tentang transisi perannya.
Kontribusi Daryono sebagai ahli dan edukator publik akan terus berlanjut, dengan landasan prinsip objektivitas ilmiah, integritas yang tinggi, serta fokus utama pada keselamatan masyarakat. Komitmennya ini menjadi jaminan bahwa pengetahuannya akan tetap bermanfaat bagi publik.
Langkah pengunduran diri Daryono ini semakin menggarisbawahi urgensi peran para ahli kebencanaan di Indonesia. Di tengah dinamika alam yang kompleks, perhatian terhadap fenomena cuaca ekstrem seperti peningkatan frekuensi siklon di perairan Indonesia juga menjadi topik krusial yang memerlukan edukasi dan penelitian berkelanjutan.












