Sebuah insiden kontak tembak tragis kembali mengguncang wilayah Kabupaten Mimika, Papua, tepatnya di Mile Post 50 Area PT Freeport Indonesia, pada Rabu (11/2). Peristiwa memilukan ini mengakibatkan satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam tugasnya. Pelaku penembakan diduga kuat berasal dari kelompok separatis Operasi Papua Merdeka (OPM).
Korban gugur dalam insiden ini diidentifikasi sebagai Serka AC, seorang personel dari Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika. Menurut keterangan resmi dari Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, Serka AC berada dalam rombongan kendaraan PT Freeport Indonesia saat peristiwa naas di Mile Post 50 itu terjadi. Selain Serka AC, kontak tembak ini juga melukai satu prajurit TNI lainnya yang mengalami pendarahan di bagian hidung, serta seorang karyawan KPI PT Freeport Indonesia yang menderita luka tembak. Kedua korban yang terluka kini tengah menjalani perawatan medis intensif.
“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di Mile Post 50 Area PT FI. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Letkol Inf Tri Purwanto yang pernyataannya dikutip pada Kamis (12/2). Menanggapi insiden yang terjadi, TNI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan di berbagai titik rawan, khususnya di kawasan objek vital nasional. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas keamanan masyarakat lokal dan para pekerja yang beroperasi di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, aparat keamanan saat ini tengah melakukan perburuan intensif terhadap para pelaku penembakan. “Kami menekankan bahwa aparat keamanan sedang memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” tegas Letkol Inf Tri Purwanto, menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan di Papua.
Dari pihak PT Freeport Indonesia, Wakil Presiden Komunikasi Korporat (VP Corporate Communications), Katri Krisnati, turut mengkonfirmasi insiden penembakan tersebut. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIT di lokasi yang sama, Mile Post 50, yang merupakan jalan utama menuju Tembagapura. “Satu orang rekan kerja kami mengalami luka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan tim medis,” ungkap Katri.
Sebagai respons cepat, perusahaan segera menutup akses jalan menuju Tembagapura untuk sementara waktu demi keamanan. Freeport juga menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan seluruh karyawan serta pihak-pihak yang berada di wilayah operasionalnya adalah prioritas utama. Koordinasi erat dengan aparat keamanan pemerintah terus dilakukan demi memastikan kondisi yang kondusif di area pertambangan vital ini. “Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah terkait hal ini,” tambah Katri, menggarisbawahi upaya bersama menjaga keamanan di Mimika.












