KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perhelatan akbar industri otomotif, Indonesia International Motor Show (IIMS), siap kembali memeriahkan JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada tanggal 5 hingga 15 Februari 2026. Ajang bergengsi ini tidak hanya menargetkan kunjungan tinggi, namun juga membidik nilai transaksi fantastis yang diproyeksikan menembus angka lebih dari Rp 8 triliun.
Antusiasme terhadap IIMS 2026 tidak hanya terbatas pada para pencinta otomotif, melainkan juga meluas ke pasar modal. Gelaran ini diharapkan mampu menjadi sentimen positif yang kuat, mengerek performa saham emiten sektor otomotif yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Optimisme ini sejalan dengan pandangan bahwa saham otomotif diprediksi melaju pada tahun 2026, didukung oleh berbagai faktor pendorong, termasuk ajang pameran berskala internasional ini yang diharapkan mampu memicu gairah pasar.
Menurut Junior Research Analyst Sinarmas Sekuritas, Dipta Daniswara, sentimen dari pameran IIMS memang berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten otomotif. Namun, ia menekankan bahwa faktor utama yang menentukan tetaplah daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi secara keseluruhan. “Sentimen IIMS berpeluang mengerek kinerja saham otomotif, namun kenaikan tersebut umumnya bersifat event driven,” jelas Dipta kepada Kontan, pada Kamis (5/2/2026).
Senada dengan pandangan tersebut, Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai bahwa penyelenggaraan IIMS kerap memberikan dampak signifikan bagi sektor otomotif. Ajang ini secara konsisten dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk peluncuran model kendaraan baru, yang pada gilirannya dapat mendorong volume penjualan secara substansial. Dengan target transaksi yang ambisius mencapai Rp 8 triliun, realisasi yang mendekati sasaran tersebut diyakini akan menjadi sentimen positif yang cukup kuat, meningkatkan optimisme para pelaku pasar terhadap prospek industri.
“Secara historis, IIMS konsisten mencatatkan transaksi besar. Jadi pameran ini memang punya dampak, meski untuk efek ke fundamental tetap balik lagi ke masing-masing emiten dan seberapa bagus realisasi penjualannya selama pameran,” ujar Ekky kepada Kontan, Kamis (5/2/2026). Meskipun IIMS membawa gelombang optimisme, penting untuk dicatat bahwa penjualan mobil sempat lesu, sehingga menjadikan IIMS sebuah momentum krusial untuk membalikkan tren dan mendorong gairah pasar. Investor tentu perlu mencermati prospek saham otomotif pada tahun 2026 di tengah dinamika ini.
Pilihan Saham Potensial
Menilik potensi yang ditawarkan IIMS, Ekky Topan berpandangan bahwa katalis pameran ini cenderung bersifat jangka pendek, menjadikannya momentum yang ideal untuk aktivitas trading. Ia mengidentifikasi beberapa emiten yang berpotensi ikut terdorong oleh sentimen IIMS, meliputi: PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) dari sisi otomotif; PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) untuk penjualan ritel gadget atau aksesori yang biasanya ikut ramai saat acara besar; serta PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) untuk sektor suku cadang. Untuk itu, Ekky merekomendasikan saham pilihan utama, yaitu ASII, dengan target jangka pendek di rentang Rp 7.200–Rp 7.500. Sementara untuk opsi second liner, saham AUTO dinilai menarik dengan target harga Rp 2.800–Rp 3.000 dalam jangka pendek, dan ERAL ditargetkan di area Rp 400.
Sementara itu, Dipta Daniswara juga mengungkapkan potensi positif untuk PT Astra International Tbk (ASII), mengingat perannya yang menaungi merek-merek besar seperti Toyota dan Daihatsu yang berpartisipasi dalam pameran. Selain itu, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) diproyeksikan terdorong melalui kontribusi mereka di segmen komponen, distribusi, dan ekosistem kendaraan. Tidak hanya emiten otomotif, perusahaan pembiayaan otomotif yang menjadi mitra resmi pameran, seperti PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), juga diprediksi akan memperoleh dampak positif signifikan. Hal ini terutama berasal dari peningkatan volume kredit kendaraan yang biasanya melonjak selama dan pasca-penyelenggaraan IIMS.
Dalam menyikapi momentum ini, Dipta menyarankan agar investor fokus pada saham otomotif yang masih menunjukkan tren bullish untuk timeframe jangka pendek. Ia merekomendasikan speculative buy untuk saham ASII dan AUTO, dengan target harga masing-masing di Rp 7.475 dan Rp 2.830. Dengan demikian, prospek perbaikan terbuka pada 2026, dan IIMS menjadi salah satu katalis utama yang patut dicermati dalam menilik rekomendasi saham sektor otomotif.













