Operasi pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, area lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah memasuki hari keempat pada Kamis, 22 Januari 2026. Hingga kini, upaya pencarian belum membuahkan hasil signifikan. Tim SAR gabungan pun memperluas jangkauan area pencarian hingga ke wilayah Magetan, Jawa Timur, demi menemukan Yasid Ahmad Firdaus (26 tahun), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa operasi SAR ini melibatkan lima Search and Rescue Unit (SRU), yang masing-masing terdiri dari 10 hingga 12 personel. Relawan dengan keahlian khusus dalam penyelamatan vertikal turut memperkuat tim di lapangan. Cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan serius; badai dan angin kencang yang melanda pagi hari sempat menunda dimulainya pencarian hingga pukul 09.00 WIB pada hari Kamis tersebut.
Kasus pendaki hilang di pegunungan seringkali menjadi sorotan, mengingat kompleksitas medan dan potensi bahaya yang mengintai di alam bebas. Meskipun Bukit Mongkrang dikenal sebagai jalur pendakian yang populer dan relatif mudah dijangkau, insiden seperti ini mengingatkan kita akan risiko yang selalu ada di balik keindahan alam. Berbagai faktor dapat berkontribusi pada peristiwa hilangnya pendaki, mulai dari perubahan cuaca drastis yang tak terduga hingga kesalahan navigasi.
Selain fokus menyisir Bukit Mongkrang secara intensif, tim SAR juga telah memperluas area pencarian hingga ke kaki Gunung Lawu di Magetan, Jawa Timur. Namun, hingga operasi dihentikan pada pukul 16.00 WIB, belum ada tanda-tanda atau petunjuk yang mengarah pada keberadaan Yasid. Upaya sistematis terus dilakukan untuk memastikan setiap sudut potensial telah diperiksa dengan cermat.
Basuki, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Operasi Basarnas Surakarta, menambahkan bahwa pihaknya bahkan telah mengerahkan tim drone canggih dari Kementerian Keuangan BPH Keuangan Semarang untuk membantu melakukan pemindaian dari udara. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat identifikasi area yang sulit dijangkau oleh tim darat. “Sejauh ini belum ada petunjuk berupa barang atau jejak yang ditemukan,” kata Basuki. “Kami juga terus menggali informasi dari pihak keluarga dan rekan-rekan pendaki untuk memfokuskan area pencarian agar lebih efektif.”
Kronologi Pendaki Hilang
Hilangnya Yasid Ahmad Firdaus berawal pada Ahad, 18 Januari 2026. Kala itu, ia melakukan pendakian bersama tiga temannya. Setelah berhasil mencapai puncak dan memulai perjalanan turun, ketiga rekannya terkejut karena Yasid tidak muncul di pos awal pendakian.
Tim Pos Mongkrang segera melakukan penyisiran awal hingga pukul 01.30 WIB dini hari, namun hasilnya nihil. Laporan mengenai hilangnya Yasid kemudian diteruskan kepada BPBD Karanganyar dan Basarnas Surakarta, yang kemudian memulai operasi pencarian berskala besar sejak Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Hendro, Yasid bukanlah pendaki pemula. Ia memiliki pengalaman mendaki Bukit Mongkrang sebanyak lima kali, menunjukkan bahwa ia cukup familiar dengan medan tersebut. “Kami sangat berharap informasi tambahan dari keluarga dan rekan pendaki dapat membantu kami memfokuskan pencarian ini,” tegas Hendro. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan musim hujan yang masih berlangsung menjadi kendala serius bagi tim di lapangan, seperti yang terpantau langsung oleh Tempo dari titik awal pendakian di kawasan Bukit Mongkrang pada Kamis ini. Kejadian tragis sebelumnya, seperti meninggalnya dua pelari dalam ajang Siksorogo Lawu Ultra 2025, menjadi pengingat akan bahaya yang mungkin terjadi di kawasan ini, menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam setiap aktivitas di alam bebas.













