Timnas U-23 Vietnam berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal Piala Asia U-23 2026 setelah menunjukkan performa gemilang dan mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor tipis 3-2. Kemenangan dramatis ini diraih dalam pertandingan perempat final yang berlangsung ketat di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal, Jeddah, pada Jumat (16/1/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer persaingan sengit begitu terasa di lapangan, dengan kedua tim berambisi meraih tiket krusial menuju empat besar. The Golden Stars Warrior U-23, julukan Timnas U-23 Vietnam, menunjukkan determinasi tinggi. Mereka berhasil memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-39 lewat aksi cemerlang Nguyen Le Phat, membawa Vietnam unggul 1-0.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-43, Uni Emirat Arab sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sontekan akurat Ndiaye Junior. Skor imbang ini menutup paruh pertama pertandingan, menyisakan ketegangan yang memuncak untuk babak kedua.
Memasuki babak kedua, pertandingan kembali memanas. Vietnam sekali lagi berhasil memimpin pada menit ke-63 berkat gol yang dicetak oleh Nguyen Dinh Bac. Namun, momentum kembali bergeser ketika hanya lima menit kemudian, Mansoor Al Menhali dari UEA berhasil menyundul bola masuk ke gawang, membuat skor kembali imbang 2-2.
Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa kedua tim harus melanjutkan perjuangan mereka ke babak perpanjangan waktu. Di sinilah mental juara Timnas U-23 Vietnam benar-benar teruji. Pada akhirnya, Pham Minh Phuc tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan, mengunci skor akhir 3-2 untuk keunggulan Vietnam dan memastikan lolos ke semifinal.
Keberhasilan Timnas U-23 Vietnam melaju ke semifinal ini tak pelak membangkitkan memori publik akan prestasi gemilang Timnas U-23 Indonesia. Di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, Garuda Muda juga berhasil menorehkan sejarah serupa pada Piala Asia U-23 2024, sebuah pencapaian yang menandai kali pertama Indonesia lolos ke fase semifinal dalam sejarah sepak bola di ajang tersebut.
Meskipun capaian lolos ke semifinal sama-sama membanggakan, terdapat perbedaan signifikan antara edisi 2024 dan 2026. Berbeda dengan Piala Asia U-23 2024 yang menjadi ajang kualifikasi Olimpiade Paris, Piala Asia U-23 2026 tidak menyediakan hadiah tiket ke Olimpiade. Hal ini membuat tekanan dan konteks kompetisi memiliki nuansa yang berbeda bagi para peserta.
Perjalanan Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024 dimulai dengan langkah impresif di Grup A, di mana mereka berhasil finis sebagai runner-up di bawah Qatar, setelah menunjukkan penampilan dominan dengan mengalahkan tim kuat seperti Australia dan Jordania.
Lalu, di babak perempat final, tantangan berat menanti skuad asuhan Shin Tae-yong saat harus menghadapi Korea Selatan. Pertandingan tersebut berlangsung sangat dramatis, diwarnai jual beli serangan yang memukau, hingga akhirnya harus ditentukan melalui babak adu penalti. Dalam drama adu penalti yang mendebarkan, Garuda Muda menunjukkan ketenangan luar biasa dan keluar sebagai pemenang dengan skor 11-10, sekaligus mengunci tiket ke semifinal.
Sayangnya, mimpi Indonesia untuk melaju lebih jauh harus terhenti di semifinal setelah takluk 2-0 dari Uzbekistan. Kemudian, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, Timnas U-23 Indonesia juga gagal meraih medali perunggu setelah kalah tipis 2-1 dari Irak, mengakhiri perjalanan historis mereka di turnamen tersebut.
Prestasi Timnas U-23 Vietnam di edisi 2026 ini semakin menggaungkan kembali kenangan akan momen-momen heroik Garuda Muda. Hal ini menjadi sorotan utama mengingat Timnas U-23 Indonesia tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Asia U-23 2026 ini, sebuah kenyataan pahit setelah mereka gagal dalam tahap kualifikasi. Kegagalan tersebut terjadi pada September 2025 ketika Timnas U-23 Indonesia, di bawah asuhan Gerald Vanenburg, harus mengakui keunggulan Korea Selatan U-23 dalam laga krusial.
Kiprah gemilang Vietnam di babak perempat final Piala Asia U-23 2026, yang berhasil membuat pelatih UEA melontarkan pujian atas performa “terlalu ngeri” mereka, kontras dengan kondisi Timnas U-23 Indonesia saat ini. Garuda Muda kini telah memiliki wajah baru di kursi kepelatihan dengan hadirnya John Herdman, pelatih asal Inggris yang memikul tanggung jawab ganda, menukangi baik tim senior maupun Timnas U-23 Indonesia.
Di bawah arahan John Herdman, asa Garuda Muda untuk kembali tampil di panggung Piala Asia U-23 baru akan terbuka pada edisi 2028. Setelah itu, turnamen bergengsi ini direncanakan akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali, memberikan waktu bagi Indonesia untuk mempersiapkan skuad terbaiknya.
Selain Timnas U-23 Vietnam, raksasa Asia lainnya, Jepang U-23, juga telah memastikan tempat di babak semifinal Piala Asia U-23 2026. Vietnam kini menantikan siapa yang akan menjadi lawan mereka di semifinal, yaitu pemenang dari laga antara Uzbekistan melawan China. Sementara itu, Jepang akan berhadapan dengan pemenang dari pertandingan sengit antara Australia dan Korea Selatan.
Antisipasi memuncak menjelang babak semifinal Piala Asia U-23 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026. Pertandingan-pertandingan ini diprediksi akan menyajikan tontonan sepak bola berkualitas tinggi dan menentukan siapa yang berhak melaju ke final.













