Dunia sepak bola Indonesia sedang dihebohkan oleh penunjukan wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, untuk memimpin laga krusial Persib Bandung melawan Persija Jakarta di pekan ke-17 Super League 2025/26. Penunjukan ini sontak menuai perhatian, terutama setelah sang pengadil lapangan baru saja menjadi sasaran amuk pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, atas keputusannya yang kontroversial.
Keheranan Dejan Antonic tentu bukan tanpa alasan. Pada pekan sebelumnya, dalam laga kontra PSIM Jogja yang berlangsung Minggu (4/1/2026), timnya, Semen Padang, harus mengakui keunggulan tuan rumah Laskar Mataram dengan skor tipis 1-0. Kekalahan tersebut diwarnai insiden penalti kontroversial yang diberikan oleh Ko Hyung-jin saat sistem VAR (Video Assistant Referee) dilaporkan inactive atau tidak aktif.
Di Stadion Sultan Agung (SSA), sistem VAR memang beberapa kali mengalami gangguan sinyal. Momen krusial terjadi pada menit ke-63 ketika insiden pelanggaran di kotak penalti Semen Padang. Wasit Ko Hyung-jin sempat menunda keputusan, menunggu konfirmasi dari VAR, namun tidak ada respons atau panggilan ke tepi lapangan. Akibatnya, tanpa intervensi teknologi, PSIM diuntungkan oleh ketiadaan sinyal tersebut, sementara Semen Padang merasa dirugikan karena teknologi tidak menjangkau area terpencil stadion, yang berujung pada gol penalti yang menjadi penentu kemenangan PSIM.
Kekalahan pahit itu membuat Dejan Antonic meluapkan kekesalannya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Dengan nada geram, Antonic menghabiskan sepuluh menit pertama sesi tersebut untuk melayangkan kritik tajam kepada Hyung-jin. “Dia bikin keputusan sendiri. VAR tidak jalan, dia kasih penalti,” ujar Antonic dengan nada ketus.
Antonic melanjutkan dengan pesan tegas, “Saya cuma mau bilang ke depannya, jangan seperti ini. Bukan di PSIM, bukan di Semen Padang. (Juga) di Persib, di Persija. Jangan seperti ini. Ini contoh jelek untuk semua.” Pelatih yang terlihat sangat kecewa itu menambahkan, “Sakit hati. Sakit hati kita. Saya sakit hati hari ini.” Sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa besar dampak keputusan wasit terhadap mental tim dan jajaran pelatih.
Namun, di tengah gelombang keluhan Dejan Antonic, sebuah kejutan justru datang dari PSSI. Rupanya, keluhan Antonic tidak diindahkan oleh federasi. Komite Wasit PSSI justru menunjuk Ko Hyung-jin sebagai wasit untuk memimpin laga yang kerap disebut sebagai El Clasico Indonesia: Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Penunjukan ini tak ayal menimbulkan tanda tanya besar, mengingat status laga ini sebagai salah satu pertandingan terpanas dan paling banyak disorot di Super League.
Antonic, yang juga merupakan mantan pelatih Persib, merasa tak habis pikir dengan keputusan tersebut. Sebelumnya, ia bahkan berharap Hyung-jin bisa segera kembali ke negara asalnya. “Semoga dia tetap di Korea saja,” katanya dengan nada sinis. Ia menambahkan, “Dia melakukan kesalahan, besok jalan-jalan ke Borobudur, terbang pulang lalu lupa. Kami di sini, pelatih, pemain, harus merasakan dampaknya. Ini tidak boleh lagi.” Sebuah sindiran keras terhadap tanggung jawab dan konsekuensi dari kesalahan wasit.
Laga antara Persib dan Persija sendiri bukan sekadar pertandingan biasa; ia adalah pertaruhan gengsi, sejarah, dan emosi jutaan suporter. Antusiasme publik terhadap laga ini sangatlah tinggi, terbukti dengan ludesnya seluruh tiket pertandingan hanya dalam waktu singkat. Harga tiketnya pun bervariasi, mulai dari Rp180 ribu hingga menyentuh angka fantastis Rp70 juta, menunjukkan betapa berharganya momen tersebut bagi para penggemar. Oleh karena itu, penunjukan wasit yang sedang menjadi sorotan ini tentu menambah lapisan drama dan ekspektasi yang besar terhadap kualitas kepemimpinannya di lapangan.
Di tengah panasnya isu wasit, Persib Bandung juga terus menjadi pusat perhatian di bursa transfer. Nama-nama seperti Joey Pelupessy dan Maarten Paes santer dikaitkan dengan klub berjuluk Maung Bandung tersebut, memicu spekulasi di kalangan suporter. Menanggapi rumor transfer ini, pelatih Persib, Bojan Hodak, telah memberikan jawaban tegas terkait masa depan pemain-pemain tersebut, meskipun detailnya belum dibahas lebih lanjut di sini, namun menunjukkan dinamika klub yang tak hanya berkutat pada persiapan pertandingan di lapangan.
Mengingat semua konteks di atas—mulai dari amarah Dejan Antonic, keputusan PSSI yang kontroversial, hingga besarnya sorotan dan taruhan dalam laga Persib vs Persija—tekanan yang akan dihadapi Ko Hyung-jin sangatlah masif. Harapan besar kini disematkan agar wasit asal Korea Selatan tersebut dapat memimpin pertandingan dengan adil dan tanpa cela, demi menjaga integritas Liga Super Indonesia dan menghindari kontroversi lebih lanjut.













