News Stream Pro Pundit sepak bola terkemuka asal Indonesia mengungkap tiga alasan utama di balik keputusan John Herdman yang mengabaikan kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, dalam daftar panggilan Timnas Indonesia, dengan satu alasan yang dinilai sangat krusial.
Kabar mengenai daftar pemain Timnas Indonesia yang dipanggil John Herdman untuk persiapan FIFA Series 2026 telah dirilis oleh PSSI, seperti dilansir oleh TribunWow.com. Setidaknya ada 41 nama yang akan mengikuti seleksi ketat ini.
Dalam daftar panjang tersebut, lima nama penjaga gawang telah dipilih oleh John Herdman. Mereka adalah Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Cahya Supriadi. Namun, satu nama yang tengah bersinar terang bersama Persib Bandung, Teja Paku Alam, justru tidak masuk dalam pantauan John Herdman.
Meskipun Teja Paku Alam memiliki catatan cleansheet yang impresif, hal itu ternyata tidak cukup meyakinkan pelatih John Herdman. Ketiadaan nama Teja dalam daftar panggilan ini kemudian menarik perhatian pengamat sepak bola kondang tanah air, Gita Suwondo.
Gita menyoroti performa cemerlang Teja Paku Alam yang mencatatkan jumlah penyelamatan terbanyak musim ini, namun tetap diabaikan. Tercatat, Teja telah melakukan 78 kali penyelamatan bagi Persib Bandung. “Kalau melihat jumlah penyelamatan, Teja bahkan lebih banyak dibanding beberapa kiper lain. Kalau tidak salah sekitar 78 penyelamatan musim ini,” ungkap Gita saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (09/03/2026).
Meski turut mengakui keunggulan statistik Teja, Gita Suwondo menegaskan bahwa keputusan John Herdman tidak memanggilnya bukan tanpa dasar. Ia menjelaskan bahwa pertimbangan pelatih tidak hanya terpaku pada statistik dasar semata.
“Saya melihat kemungkinan John Herdman tidak hanya melihat jumlah clean sheet, tetapi juga persentase penyelamatan dibandingkan jumlah kebobolan,” jelas Gita, seperti dikutip TribunWow.com dari Kompas.com.
Gita membeberkan tiga kemungkinan penyebab Teja Paku Alam tidak dipanggil. Pertama, statistik penyelamatan Teja bisa jadi disokong oleh lini pertahanan solid Persib Bandung sepanjang musim ini. “Persib jumlah kebobolannya sedikit, jadi bisa saja dianggap pertahanannya sudah bagus. Akibatnya penyelamatan Teja tidak terlihat terlalu menonjol dibanding kiper dari tim yang lebih sering dibobol,” ujarnya.
Sebab kedua, Gita menggarisbawahi faktor krusial yang kini wajib dimiliki oleh kiper modern, namun belum begitu menonjol pada Teja Paku Alam. Faktor krusial tersebut adalah kemampuan kiper dalam membangun serangan atau build-up play. “Sekarang pelatih juga melihat kemampuan kiper dalam build-up serangan. Teja sebenarnya sudah mencoba, tetapi dia masih lebih dikenal sebagai shot stopper,” terang Gita.
Alasan ketiga yang disinyalir menjadi pertimbangan John Herdman adalah minimnya pengalaman internasional Teja Paku Alam dalam beberapa waktu terakhir. Herdman diyakini lebih mengutamakan kiper dengan jam terbang internasional. Teja sendiri terakhir kali masuk skuad Timnas Indonesia pada tahun 2019 lalu.
Meski demikian, tidak dipanggilnya Teja Paku Alam untuk FIFA Series 2026 ini bukan berarti menutup pintu bagi sang kiper Persib Bandung untuk kembali membela Timnas Indonesia di masa depan. “Untuk sekarang mungkin pelatih lebih memilih kiper yang sudah punya pengalaman internasional. Tapi, bukan berarti peluang Teja tertutup. Bisa saja nanti dipanggil pada turnamen lain seperti AFF,” imbuh Gita, optimis.
Berikut adalah daftar nama pemain yang dipanggil John Herdman untuk seleksi Timnas Indonesia:
Kiper:
- Emil Audero (Cremonense)
- Maarten Paes (Ajax Amsterdam)
- Nadeo Argawinata (Borneo FC)
- Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
- Ernando Ari (Persebaya Surabaya)
Defenders:
- Jay Idzes (Sassuolo)
- Kevin Diks (Borussia Monchengladbach)
- Dean James (Go Ahead Eagles)
- Elkan Baggot (Ipswich Town)
- Justin Hubner (Fortuna Sittard)
- Nathan Tjoe A On (Willem II)
- Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
- Rizky Ridho (Persija Jakarta)
- Sandy Walsh (Buriram United)
- Fajar Fathurrahman (Persija Jakarta)
- Muhammad Ferrari (Bhayangkara FC)
- Yance Sayuri (Malut United)
Midfielders:
- Calvin Verdonk (LOSC Lille)
- Joey Pelupessy (SK Lommel)
- Eliano Reijnders (Persib Bandung)
- Ivar Jenner (Dewa United)
- Jordy Amat (Persija Jakarta)
- Marc Klok (Persib Bandung)
- Ricky Kambuaya (Dewa United)
- Witan Sulaeman (Persija Jakarta)
- Egy Maulana Vikri (Dewa United)
- Tim Geypens (FC Emmen)
- Arkhan Fikri (Arema FC)
- Ezra Walian (Persik Kediri)
- Victor Dethan (PSM Makassar)
Forward:
- Miliano Jonathans (Excelsior)
- Ole Romeny (Oxford United)
- Ragnar Oratmangoen (FCV Dender)
- Beckham Putra (Persib Bandung)
- Mauro Zjilstra (Persija Jakarta)
- Ramadhan Sananta (DPMM FC)
- Yakob Sayuri (Malut United)
- Adrian Wibowo (Los Angeles FC)
- Hokky Caraka (Persita Tangerang)
- Jens Raven (Bali United)
- Stefano Lilipaly (Dewa United)
(TribunWow.com/Adi Manggala S)













