Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Krendang Utara, RT.14 RW.03, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (28/9), menghanguskan satu rumah dan delapan pintu kontrakan. Si jago merah dilaporkan berkobar sejak pukul 10:46 WIB, memicu kepanikan warga sekitar.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik. “Korsleting listrik menjadi pemicu utama kebakaran ini,” ungkap Yohan dalam keterangannya.
Untuk menjinakkan api, sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api yang melalap bangunan-bangunan tersebut. Setelah lebih dari satu jam berjuang, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 11:58 WIB.
Sayangnya, insiden kebakaran ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka. “Tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas Tambora,” jelas Yohan lebih lanjut. Pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik menjadi sangat penting, terutama di kawasan padat penduduk dengan instalasi listrik yang rentan.
Ringkasan
Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu, 28 September, menghanguskan satu rumah dan delapan kontrakan. Korsleting listrik diduga menjadi penyebab utama kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10:46 WIB.
Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, yang berhasil dipadamkan sekitar pukul 11:58 WIB. Akibat kejadian ini, tiga orang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. Pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut.












